Selasa, 29 November 2011

Gilang Ramadhan Studio Band, Empat Tahun 25 Cabang

Keinginannya untuk mengajarkan bermain musik khususnya drum bagi semua kalangan adalah motivasi awal seorang Gilang Ramadhan hingga membuatnya terjun ke dunia bisnis melalui lembaga pendidikan drum yang dirintisnya sejak empat tahun yang lalu. Dengan metode pengajaran yang fun dan inovatif, walau masih terbilang baru, Gilang Ramadhan Studio Band telah mampu berkembang hingga 25 cabang.

Pendidikan musik sejak dini penting bagi perkembangan seorang anak. Khususnya drum dimana anak dilatih untuk menggerakkan seluruh bagian tubuhnya. Secara tidak langsung ia telah melakukan olahraga, olah jiwa hingga olah rasa.

Umur dua hingga lima tahun merupakan usia yang baik untuk mereka yang ingin anaknya mulai belajar musik. “Semakin muda maka semakin mempengaruhi mereka dalam pembentukan otak. Dengan bermain drum mereka diajar melatih motorik mereka dari mulai pergerakan kaki, tangan,mata serta pendengaran. Ini bisa menambah tingkat IQ “kata Gilang Ramadhan.

Komitmennya untuk membantu mengembangkan para calon pemain drum yang berbakat diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang terbaik namun dengan harga yang terjangkau bagi semua kalangan.
Selain tentu saja mematahkan banyaknya pemahaman bahwa bermain musik itu mahal. Ini sebabnya Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB) yang baru empat tahun berdiri ini telah memiliki cabang di beberapa kota besar di tanah air dari mulai Samarinda, Batam, Pekan Baru, Surabaya, Solo hingga Sumatera Barat.

Walau menawarkan dengan harga terjangkau, konsep yang ditawarkan GRSB juga tidak biasa. Gilang yang pernah mengenyam pendidikan di Hollywood Professional School, Majoring in Music dan Los Angeles City Collage, Under Graduate level, Majoring in Percussion inii bahkan telah membuat kurikulum sendiri yang disesuaikan dengan sistem pendidikan di Indonesia.

Dengan berbagai kelas yang ada di GRSB, biaya kursus dari mulai 150 ribu hingga 250 ribu sedangkan untuk privat sebesar Rp1.500.000. Konsep kerjasama pun ditawarkan bagi mereka yang ingin terjun ke bisnis ini dengan investasi mencapai rp 250 juta.

Bagi ayah tiga putri ini, GRSB diharapkan mampu memfasilitasi para remaja dan anak-anak yang memang ingin belajar drum dengan sungguh-sungguh  sebagai wujud mengolah karsa , karya dan apresiasi terhadap musik. (els)


»»  Selengkapnya...

Senin, 28 November 2011

Es Puter dari Kampung Ke Hotel


Bermula menjaja es mong-mong keliling kampung, Muhammad Supri sukses menjadi juragan es puter. Tahun 1985, es puternya naik gengsi dipesan hotel berbintang. Krismon 1998 bisnisnya terpuruk, dengan tertatih ia mulai bangun lagi dengan Istana Es Puter.

Jika disetiap resepsi pernikahan selalu dihadirkan gubug minuman es puter. Sajian menu penutup favorit ini tak lepas dari usaha yang dilakukan Muhammad Supri. Konon tahun 1983 ia menjalankan usahanya dengan modal awal Rp 75.000. Setiap hari ia menjajakan dengan menggunakan gerobak dorong dilengkapi pukulan kenong gamelan. Usaha ini berkembang hingga memperkerjakan 30 orang pedagang keliling.

Akhirnya es puternya naik gengsi menempati meja pesta sekelas hotel berbintang lima. Awalnya tahun 1985 seorang pengusaha katering memesan es puter dengan rasa istimewa untuk hidangan resepsi pernikahan di Hotel Hilton. Dengan cara mengotak-atik agar tercipta rasa lezat. Ternyata ketika dihidangkan es puternya habis diserbu para tamu. Yang berarti tastenya cocok untuk orang gedongan. Sejak itu usaha es puternya kebanjiran permintaan konsumen khususnya dari kalangan menengah ke atas. Hotel-hotel yang menjadi pelanggan setianya seperti Hotel Grand Hyatt, Hotel Menara Imperium dan Niko Hotel.

Berbekal kegigihan dan kerja kerasnya, Muhammad Supri berhasil menjadikan bisnisnya tetap bertahan dari berbagai gelombang yang menerpa. Setelah mengalami kemunduran pada tahun 1998 berbarengan krismon, Muhammad Supri tidak lekas menyerah. Ia tetap berusaha bangkit dari keterpurukan dan tetap mempertahankan bisnis kulinernya. Kini kedai es puter yang didirikan sejak tahun 1990 ini sudah mulai ramai kembali. “ Semua butuh proses , tidak ada yang instan dalam menggapai keberhasilan”.

Pada awalnya Istana Es Puter berlokasi di kawasan Pasar Minggu, namun sejak 1995 lokasinya berpindah di samping Simpang Halte Poltangan Tanjung Barat, Pasar Minggu. Kedai milik pria keturunan Betawi-Cirebon ini sekarang sharing dengan Resto Raja Hiu dan Resto Soto Batok. Kedai yang dikelola pria penyuka musik dan ukiran tradisional ini buka mulai jam 10 siang hingga 11 malam.

Keunggulan produk es puternya yaitu pengolahan dengan memanfaatkan bahan seperti buah-buahan fresh, tanpa penambahan bahan pengawet, pemanis buatan atau essen. Selain menu es puter tersedia pula menu yang menjadi unggulan seperti siomay, kambing guling, es doger, dan menu lainnya sebagai pelengkap pada event-event khusus seperti pernikahan, rapat kantor dan acara lainnya.

Omzet yang didapat dari Istana Es Puter perbulannya sebelum mengalami kemerosotan sekitar 50 juta ke atas, namun sekarang pendapatannya menurun hanya sekitar 20 juta saja. Pemasaran penjualan es puternya biasanya via telepon dan pemesanan secara langsung. 

Promosi melalui media online belum dilakukan karena menghindari ketidaksiapan dari sisi operasional dan tenaga kerjanya sekarang. Menurut pria yang berlatar belakang pendidikan otomotif ini mengutamakan kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama. Rencananya tahun depan Muhammad Supri akan membuka usaha showroom mobil. Sukses selalu (els)

»»  Selengkapnya...

Sabtu, 26 November 2011

Widodo Disto Dengan Kedai Patin Kegemaran Seleb


Sekadar coba-coba dari hobi memasak sewaktu masa kuliah di Yogya. Pemasarannya pun lewat tukang sayur keliling. Kini ia membuka Kedai Disto, tempat yang homey, menu khas ikan patin,juga suguhan musik keroncong menjadi daya tarik pelanggan termasuk para artis dan seniman.

Tak kurang dari Hanung Bramantyo, Angel Karamoy, Samuel Rizal, Alex Komang, Tyas Mirasih, Tengku Ryan, Tompi, Maliq n D├ęssentials, The Groove,Sheila On 7 dan masih banyak lagi seleb yang kerap menyambangi Kedai Disto. Venue sederhana, namun dibalik keremangan malam tercipta suasana familiar. Sembari menikmati menu khas ikan patin, pengunjung di dalam maupun di teras bebas bercengkrama, diiringi lantunan musik jazz dan keroncong.

Cukup panjang Disto menggali proses kesuksesan ini. Awalnya ia suka masak karena kost saat itu di Yogya. Jika ada tukang sayur maka Disto menitipkan masakannya ke tukang sayur itu. Idenya karena tukang sayur disana selalu lewat tempat perumahan elite di Yogya, maka terpikir kenapa tidak menitipkan masakan jadi ke sana. Ternyata menu kepiting yang dibuat laris manis. Mengetahui hasil masakannya disukai banyak orang dan laku keras  maka muncul cita-cita Disto untuk membuat restoran.

Menghabiskan sebagian masa kecilnya di Yogya, terpisah dari kedua orangtuanya yang saat itu tinggal di Jakarta, membuat Disto mulai akrab dengan dunia bisnis. Dimulai dengan membuat tas kulit untuk menambah uang saku. Sedangkan hobi memasak dimulai ketika Disto sering membantu ibunya di dapur, terutama ketika di rumahnya digelar hajatan besar.

Memasak yang awalnya menjadi kepuasan untuk sendiri akhirnya dijalani lebih serius pada tahun 1999 dengan membuka rumah makan. Tahun 1997 saat ia hijrah ke Jakarta sesudah menyelesaikan studinya di fakultas hukum, keinginan Disto untuk mulai merintis usaha kurang berjalan mulus. Pilihannya bergelut di dunia bisnis saat itu kurang mendapat dukungan dari keluarga.

Bagi Disto terjun ke dunia usaha ibarat dunia liar. Kita sendiri yang membuat aturannya. Hal tersebut menjadikan tantangan tersendiri baginya, ketimbang bergerak di bidang lain. Ia lalu mencoba mendirikan sebuah restoran di bilangan Kebon Jeruk. Sayang kurang mendapat sambutan yang baik. Akhirnya Disto mulai mencari konsep bagaimana agar makanan dan restonya dapat menarik para peminat kuliner.


Ia belajar dari mereka yang sudah lebih dulu sukses. Sebagian besar dari mereka melakukan sesuatu yang baru dan akhirnya menjadi pelopor. Disto pun melakukan inovasi terhadap restonya yang diberi nama Kedai Disto dengan mengkhususkan kepada masakan olahan ikan patin.

Menu ikan patin dipilih supaya berbeda dengan rumah makan lain yang banyak terdapat di kawasan Cipete. Untuk memperkenalkan kedainya, Disto yang juga seorang musisi ini memanfaatkan jaringan musik untuk memperkenalkan kedainya.

Teman-teman sesama musisinya pun tidak luput dari ajakan Disto untuk mencoba resep ikan patin hasil racikannya. Usaha lulusan Universitas Atmajaya ini untuk menarik teman-temannya untuk mengunjungi kedainya juga bukan tanpa kesulitan.Melalui konsep dekorasi yang terbilang cukup sederhana, banyak dari mereka yang menolak diajak ke kedainya. “Pertama mereka diajak kesini awalnya tidak mau. Waktu itu seperti warteg. Gila aja lho diajak ke tempat seperti ini ! kata mereka, namun karena yang kita tawarkan makanan yang enak, akhirnya mereka menyukai tempat ini”ujarnya.

Kini lewat kesan sederhana yang homey, Kedai Disto yang terletak di Jl Cipete Raya ini menjadi terkenal melalui racikan makanan yang enak, murah dan ramah. Andalan utama resto ini adalah sajian ikan patin goreng maupun bakar lengkap dengan sambal hijau. Tidak hanya menjual ikan patin saja , demi membuat nyaman tamu-tamunya di kedai ini, Disto juga menyediakan tempe penyet , ayam bakar, sampai spaghetti. Untuk menjamu tamu kedai ini juga menyuguhkan alunan musik keroncong.

Dengan harga menu Rp 30.000 hingga Rp 90.000 sehari Kedai Disto mampu menghabiskan 20-40 kilo ikan patin. Seiring dikenalnya Kedai Disto dikalangan seniman, artis, hingga berbagai komunitas kedai ini juga pernah disambangi oleh pakar kuliner nusantara Bondan “Mak Nyus” Winarno untuk salah satu acara kulinernya.

Walau kerap dikeluhkan oleh banyak pelangganya karena proses pembuatannya yang cukup lama, namu Disto tetap mementingkan kualitas. “Jika orang yang belum tahu pasti akan protes, namun kita tetap komitmen kepada kualitas. Kita percaya jika mereka sudah mencoba, pasti mereka akan kembali lagi” tandas Disto mengakhiri penyampaiannya.(els)
»»  Selengkapnya...

Kamis, 24 November 2011

Perry Tristianto Tedja Raja Factory Outlet, Modal Amplop Pernikahan


Mengawali dunia usaha dengan berjualan kaos music edition di toko-toko kaset sampai pinggiran Balai Sidang Jakarta, bermodalkan amplop pernikahan. Nama Raja Factory Outlet melekat, sebagai perintis dengan 110 FO yang  dibangunnya. Perry Tristianto kini sukses membangun 20 tempat usaha garment, kuliner dan tempat wisata dengan omzet milyaran rupiah.

Pernah makan buah strawberry di All About Strawberry sambil main flying fox? Pernah makan sosis di Rumah Sosis sambil bersepeda? Atau makan tahu dengan nuansa pom bensin di Tahu Lembang ?Tempat  wisata sekaligus kuliner yang berada di kawasan Bandung ini memang disajikan sangat unik oleh si pemiliknya.

Tidak heran banyak orang penasaran dan berbondong-bondong datang dari dalam maupun luar Bandung untuk menikmati keistimewaan kuliner dan wisatanya.Tempat wisata tadi hanya sebagian bisnis yang dimiliki oleh Perry Tristianto Tedja, seorang pengusaha yang kini memiliki 20 tempat usaha dan telah 110 kali mendirikan Factory Outlet (FO).

Insting dan naluri bisnis Perry dimulai sejak 23 tahun yang lalu, saat ia keluar sebagai karyawan di sebuah perusahaan label pada tahun 1988 dan membuatnya berjualan kaos ke toko-toko kaset. Dengan modal Rp 1.350.000 hasil dari amplop pernikahan Perry mulai membuat kaos dengan desain gambar musisi dan penyanyi terkenal di eranya kemudian dititip di toko kaset. Ternyata jualan kaos di toko kaset laku keras.

Karena kaos dagangannya dan semakin banyak orang yang mencari dimana bisa membeli kaos itu maka Perry pun membuka toko pakaian dirumahnya sendiri di kawasan Cihampelas. Pada saat itu celana jeanssedang diminati dan hampir semua toko di Cihampelas berjualan jeans. Disini insting Perry menciptakan pasar dimulai lagi. Menurutnya pasangan celana jeans adalah kaos, maka Perry pun berani buka toko kaos di Cihampelas walaupun disekitarnya toko jeans.

Semenjak Pria kelahiran Bandung 22 Februari 1960 ini membuka toko kaos di Cihampelas, seketika ibarat virus, Perry sudah memberi pengaruh terhadap pelaku bisnis di Bandung. Karena dalam waktu sekejap banyak yang ikutan berjualan kaos Cihampelas. Merasa tak cukup puas di Cihampelas,pada tahun 1993 sampai 1994 bisnis garment Perry masuk ke perumahan nasional.

Saat itu Perry hanya berharap toko pakaiannya bisa mencapai omset 500 ribu – 1 juta rupiah setiap harinya. Ternyata omsetnya tercapai sehingga Perry pun membuka bisnis garment yang lainnya. Salah satunya yang paling terkenal di Bandung, The Big Price Cut.

The Big Price Cut yang terletak di Graha Manggala Siliwangi adalah salah satu toko pakaian Perry yang fenomenal. Karena toko ini nama Perry mulai dikenal sebagai pebisnis garment.  Tidak sampai disitu , Perry semakin meramaikan dunia bisnis garment di Bandung pada tahun 1999 ketika suami dari Elen Berkah ini membuka toko pakaian bernama Factory Outlet Store atau FOS.

Berkat toko FOS, istilah Factory Outlet menjadi populer dan menjadi trendsetter bagi toko-toko baju lainnya untuk memakai nama FO. Sejak itu pula FO milik Perry terus menjamur di Bandung, bahkan Perry sudah membangun lebih dari 110 FO dengan nama yang berbeda-beda.

Memasuki tahun 2002 Perry membangun usaha yang dinamakan All About Strawberry. Setelah booming dengan buah Strawberry tahun 2005 Perry membuka usaha kuliner Rumah Sosis. Awalnya Perry hanya membuat konsep jualan sosis kecil-kecilan saja dengan target 80 gross sebulan. Namun lama kelamaan sosis milik Perrybanyak diminati dan dari situ Perry berpikir bahwa itu harus dibesarkan. Maka dibangunlah rumah sosis yang kini omsetnya 1 miliar per bulan.(els)
»»  Selengkapnya...

Selasa, 22 November 2011

Ratnawati Sutedjo Bersama Ribuan Produk Hasil Tuna Rungu

Hidup bukan hanya tentang kita. Tapi hidup juga soal bagaimana kita mampu berbuat sesuatu untuk orang lain. Di tengah budaya mengejar kesenangan dan keuntungan pribadi, Ratnawati Sutedjo memberdayakan para tunarungu untuk berkreasi menghasilkan ribuan produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Inilah jenis pengusaha berbasis sosialpreneur yang selalu menjadi inspirasi.

Kesulitan hidup yang dihadapi orang lain menjadi spirit sejumlah orang untuk berbuat yang bermanfaat. Hal itulah yang dilakukan Ratnawati Sutedjo. Para socialpreneur memang biasanya lahir oleh kekecewaan mereka terhadap sistem. Kekecewaan mereka bukan diungkapkan dengan berbicara maupun mengkritik, namun memilih menggunakan dunia usaha untuk membantu sesama.

Melalui pendekatan wirausaha, Ratna memberdayakan para tunarungu agar mampu lebih produktif sehingga mereka kembali memiliki kepercayaan diri dan berharga. Lewat Precious One mereka yang berkebutuhan khusus mendapatkan tempat untuk beraktualisasi diri dalam bentuk kerja dibawah yayasan sosial Karya Insan Sejahtera.

Precious One juga melatih dan menciptakan lapangan kerja bagi para tunarungu utk bisa menghasilkan karya. Kini hasil karya mereka telah dijual pada sebuah toko di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Mulai dari alat peraga cerita, boneka, tas, tempat tissue hingga baju. Penggemar untuk hasil karya merekapun ternyata beragam. 

Mulai dari perusahaan yang sering memesan hiasan dinding bertuliskan semacam slogan perusahaan atau produk lain yang digunakan sebagai goodie bag hingga ke kalangan sekolah yg memesan alat peraga.
Soal ide awal membuat kartu ucapan di dapatnya saat pergi ke Pasar Senen untuk membeli karpet plastik. Tidak hanya kartu ucapan, Ratnawati juga mengajari mereka membuat jepit rambut, dompet, sarung bantal, penutup galon air, boneka jari dan berbagai kantong. Dari sini produk mereka terus berkembang, tidak hanya memiliki karya nilai seni tapi juga ada sisi edukasi.

Mereka sempat membuat ribuan pesanan untuk sebuah perusahaan . Ia membanderol beraneka produk kerajinan Precious One mulai dari harga Rp 7000 sampai Rp 350.000 . Saat ini Precious One memiliki dua divisi baru yaitu, Temui Paper Craft yang khusu s membuat boneka tiga dimensi serta The Silent Art, divisi kerja untuk pewarnaan batik.


Bagi socialpreneur seperti Ratnawati pendekatan kewirausahaan yang dilakukannya tidak hanya semata dipakai untuk mencari uang. Mereka memang bekerja seperti halnya entrepeneur, mulai dari membangun usaha, merekrut pegawai, menciptakan produk dan menyalurkan kesejahteraan. Namun inti semuanya adalah tentang membangun rasa berharga diri para tuna rungu.(els)
»»  Selengkapnya...

Senin, 21 November 2011

Raja Cendol 500 Outlet Lulusan SD


Jagat percendolan sempat dibuat geger. Hadirnya Es Cendol Gading yang beromset satu juta rupiah perhari membuat seluruh mata pedagang cendol tercengang. Adalah Nurul Huda, seorang tukang cendol keliling yang membuat gebrakan. Setelah 20 tahun berkiprah di dunia cendol, akhirnya ia sukses menjadi raja cendol. Kini, ia sudah memiliki 500 outlet di berbagai kota dengan omset 60 juta –an perbulan.

Demi membidik sukses , usai tamat SD di tahun 1986, Nurul Huda hengkang ke Bandung dari kampung halamannya di Pekalongan, Jawa tengah. Sebagi anak yang terlahir dari keluarga pas-pasan, melanjutkan sekolah adalah sebatas mimpi.

Pilihan satu-satunya adalah membantu ekonomi orangtua dengan berdagang. Tepatnya tahun 90an saya berkelana ke Bandung. Usia saya waktu itu masih belasan tahun. “Dua tahun pertama saya bekerja serabutan, mulai dari mencuci baju, tukang pijit dan seabrek pekerjaan rendahan lainnya. Semua saya lakukan yang penting bisa bantu keluarga.” Ucapnya.

Di tahun ketiga, Nur memutuskan untuk berjualan cendol keliling. Dengan bermodalkan 320 ribu rupiah sebagian besar adalah hasil pinjaman, Nur memaksakan diri untuk berjualan. Saat itu dalam sehari dia hanya mampu mengumpulkan 20 ribu rupiah. Tak jarang cendol jualannya tidak laku di pasaran.

Pada tahun 1996, Nurul Huda pun hijrah ke jakarta. Tempat pangkal cendolnya di Bandung ia tinggalkan. Di Jakarta ia kebingungan untuk bekerja. Tak ingin lama dalam situasi itu ia pun kembali menjadi penjual cendol keliling. Setiap hari ia mendorong gerobak cendolnya tanpa lelah dari Gunung Sahari hingga Glodok.

Sukses di Glodok ia pun mulai memikirkan untuk membuka di tempat lain. Ia akhirnya memilih membuka cabang di Pasar muara Karang, setelah itu secara beraturan cabang lainnya pun menyusul seperti di Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Klapa Gading. “Nah di Kelapa Gading inilah saya berkeinginan untuk menjadi pengusaha beneran. Saya mencari guru entrepeneur. Ketemulah dengan dr Wahyu Saidi, beliaulah yang mendidik saya. Dari sana saya dipercaya untuk mensupplay cendol ke restorannya “, kata pria yang memberi nama usahanya dengan Es Cendol gading ini.

Saking larisnya di pasaran, Cendol Gading buatan Nur akhirnya banyak dilirik orang. Saat ini peras keringat Nurul Huda sudah terbayar lunas. Pasalnya, usaha cendol yang dirintisnya 20 tahun lalu sudah berbuah manis. Sejak dibuka program kemitraan , kini ia telah tercatat mewaralabakan 500 outlet di seluruh Indonesia.Es cendol gading pun memiliki berbagai varian rasa mulai rasa nangka, durian, jahe dan lainnya.

Untuk mensupplay bahan baku ke berbagai outlet, dalam sehari ia menghabiskan sebanyak 5-10 dandang besar atau sekitar 50 paket. Satu paketnya cukup untuk 50 gelas es cendol. Terkait omset ia mengaku dari pewaralaba saja dalam sebulan minimal dapat 50-60 juta rupiah. Belum termasuk dari penghasilan es cendol miliknya sendiri yang kini ada di 7 tempat.

Dengan konsep bisnis yang praktis, murah dan mudah dijalankan, Nurul Huda membuka kesempatan kepada siapa saja yang ingin memiliki usaha mandiri dengan membuka outlet atau cabang Es Cendol Gading. Cukup dengan modal awal 5 juta (dalam kota) atau 7.5 juta (luar kota) siapapun sudah bisa memiliki usaha potensial ini. Karena bisnis Es Cendol adalah bisnis yang tidak ada matinya. Es Cendol bisa dinikmati kapan saja, baik dalam cuaca panas ataupun dingin. Dan menurut pengalaman H.Nurul Huda, masa paling bagus untuk membuka outlet Es Cendol Gading adalah 1-22 bulan menjelang bulan Ramadhan. Biasanya menjelang bulan ramadhan, outlet bisa meningkat 3 x lipat dari omzet dihari biasa.
Dari hasil jerih payahnya membangun usaha cendol, kini Nurul Huda sudah terbilang mapan. Rumah, mobil, sawah, kebun dan investas lainnya sudah dimilikinya. Ia juga sudah melakukan ibadah haji ke Baitullah. Meski sudah mengikuti banyak investasi, Ia berjanji tidak akan melupakan cendol yang telah membesarkan namanya.



»»  Selengkapnya...

Minggu, 20 November 2011

Bong Chandra Milyarder di Usia 24 tahun

Masa kecilnya tak terlalu istimewa. Lahir dari keluarga sederhana yang pernah sukses kemudian bangkrut dan tak bangkit lagi. Bahkan untuk biaya kuliah orangtuanya harus rela berhutang. Namun, semangat Bong Chandra untuk menuai sukses membangun properti dengan total omset lebih dari Rp 180 milyar.

Tahun 1998, saat krisis melanda Indonesia, orangtuanya bangkrut. Bong Chandra, yang saat itu masih duduk di bangku SD mencermatinya dengan cerdik. Ia rajin mengumpulkan uang koin untuk membayar tagihan listrik dan telepon. Kondisi itu berlanjut hingga ia lulus SMA, usaha pabrik roti kismis yang dirintis ayahnya tak bangkit lagi. Untuk kebutuhan sehari-hari, keluarganya hanya bertumpu dari uang tabungan yang makin lama tergerus habis. Rumah tinggalnya pun terpaksa dijual. Puncaknya, saat ia memasuki bangku kuliah, orangtuanya harus rela berhutang puluhan juta.

Kenyataan itu tak membuat Bong Chandra menyerah. Justru dari situlah semangatnya terpompa. Di usianya yang masih belia, 18 tahun, ia sudah bergulat dengan dunia bisnis. Bersama beberapa temannya, ia terjun ke dunia bisnis Multi Level Marketing. Tak mudah untuk menaklukkan bisnis ini, ia juga mendapatkan hinaan dan berbagai penolakan. Tak jarang untuk menambah jaringan, Bong harus mondar mandir keluar kota dan tinggal ditempat sederhana dengan jatah makan hanya Rp 1.200 sehari

Tapi itulah yang mendidik , melatih dan membesarkannya. Kepiawaiannya dalam berbicara terbentuk dari sana. Padahal menurut orangtuanya, Bong kecil adalah anak yang sangat pendiam. Dua tahun kemudian, tanpa direncanakan , Bong Chandra pun sudah menjelma menjadi seorang motivator professional. "Saya tak sengaja memasuki dunia motivasi . Saat ini saya sudah memotivasi lebih dari 250 ribu orang di berbagai kota di Indonesia. Selain itu saya juga sudah merintis beberapa bisnis lain seperti event organizer, otomotif dan properti" tukasnya. Dari properti saja, Bong sudah memiliki omzet lebih dari 180 milyar.

Sukses menjadi motivator andal tak membuat pria kelahiran Jakarta, 25 Oktober 1987 ini berpuas diri. Anak kedua dari tiga bersaudara ini pun tercatat sebagai pengarang dua buku best seller. Buku pertama berjudul Unlimited Wealth dan yang kedua berjudul The Science of Luck yang saat ini hampir terjual 100.000 copy. Hebatnya semua royalti dari penjualan itu ia sumbangkan ke yayasan sosial. "Buku ini adalah pembayaran atas hutang saya saat kecil. Sejak kecil saya bermimpi menjadi komikus dan desain grafis tapi tak terwujud. Itu seperti hutang. Dan saya lunasi dengan menerbitkan dua buku ini" bebernya.

Menurutnya menjadi motivator itu menyehatkan. Dirinya sering merasakan ketika akan sakit kemudian di bawa pentas di atas panggung tiba-tiba kembali pulih. "Berbicara di depan banyak orang itu baik untuk kesehatan. Sakit saya bisa hilang kalau dibawa berbicara kepada ribuan orang peserta seminar" aku pria yang telah memiliki 200-an karyawan dan memiliki banyak klien dari perusahaan besar ini.


Berikut ini adalah beberapa contoh Kata Bijak Bong Chandra yang saya dapatkan langsung dari facebook beliau :
  • Uang datang dan pergi, tetapi pengetahuan datang dan bertumbuh.
  • Kehilangan adalah cara terbaik untuk bersyukur, namun jauh lebih baik bersyukur karena tidak kehilangannya.
  • Satu kebohongan kecil adalah bibit unggul yang dapat menumbuhkan kebohongan2 lainnya.
  • Mengambil hak orang lain sama seperti meminum air laut, semakin diminum semakin haus.
  • Bagi org Sukses, Bangkrut adl uang kuliah, Krisis adl peluang, Hinaan adl motivasi.
  • Saat jauh org merindukan rumah, saat di rumah org hampir mati krn bosan. Manusia sulit menghargai apa yg didekatnya.
  • Lihatlah ke atas utk belajar, lihatlah ke bawah utk bersyukur, dan lihatlah sekelilingmu utk berhati2.
  • Hanya melalui kesulitanlah, manusia mau mengulurkan tangannya kepada Tuhan.
  • Hidup sama seperti permainan catur, Tuhan akan bergerak menunggu giliran Anda utk menggerakan pion pertama.
  • Kebenaran tidak perlu dibela, karena suaranya jauh lebih keras dari pembelaan itu sendiri.
  • Tidurlah dengan nyenyak hari ini, karena Tuhan menjagamu seperti biji mata-Nya sendiri.
  • Malam bukan hanya milik rasa letih, tapi juga milik rasa syukur atas kekuatan yang Tuhan berikan untuk menjalani hari.
  • Kalah adalah kesempatan utk beristirahat dari kemenangan kecil untuk mempersiapkan kemenangan yang lebih besar.
  • Satu fakta yg setiap org harus tahu adl bahwa masalah sangat takut dgn senyuman.
  • Dalam sejarah selalu saja ada seorang tokoh yang berhasil mengalahkan kemustahilan, pastikan saja itu Anda!
  • Saat beban berat ada dipundakmu, jgn mengeluh krn Tuhan blm menyelesaikan rencanaNya bagimu.
  • Tidak ada untungnya disukai, tidak ada ruginya dicaci, selama kita melakukan yg terbaik.
  • Lelah adalah efek samping dari kerja keras, kepuasan dan prestasi adalah komplikasinya.
  • Kemampuan yg sesungguhnya adl ketika seseorang memiliki kemampuan utk tdk memamerkannya.
  • Kemalasan terjadi saat keinginan beristirahat datang lebih cepat dari rasa lelah.
  • Tidak ada kabar baik atau kabar buruk, yg ada hanya cara menerima yg baik dan cara menerima yg buruk.
  • Anda tidak dpt pergi dan memperbaiki masa lalu, tapi Anda dpt belajar darinya utk memperbaiki masa depan.
  •  
  • Kesempatan emas bukan hanya untuk dikejar atau ditangkap, tapi untuk dimanfaatkan utk kebaikan bersama.
  • Rasa takut bukanlah emosi yg merugikan, selama Anda hanya memeliharanya sedikit utk kehati-hatian.
  • Uang hasil kerja keras mungkin tidak sebesar uang panas, namun ia tdk menguap lebih cepat dari kedatangannya.
  • Manusia lebih mudah belajar saat kehilangan sesuatu daripada saat memperoleh kemenangan.
  • Pecundang berusaha mempertahankan pendapatnya, namun Pemenang lebih tertarik utk merealisasikan pendapatnya.
  • Kejarlah apa yang ada dalam Pikiran besar Anda, namun hargai apa yg ada dlm genggaman kecil Anda.
  • Bila Anda tdk mampu membuat seseorang tertawa, Anda cukup tdk membuatnya menangis.
  • Saya mungkin akan menghabiskan banyak waktu untuk mengejar Mimpi saya, tapi itu jauh lebih baik daripada membiarkan Mimpi Saya menunggu terlalu lama.
  • Saat Anda kelak berada di atas, tunjukan bahwa Anda belum lupa cara memandang ke bawah.
  • Saya senang saat org2 berkata 'mustahil', karena di saat itulah jalan menuju sukses terasa sangat lapang.
  • Mereka yang memberi saat kekurangan, akan menerima saat tdk mengharapkan.
  • Air mata yg tak terbendung bukanlah lambang kelemahan, terkadang Ia hadir utk memurnikan masa lalu menuju kehidupan baru
  • Jalan pintas menuju puncak tidak akan mengajarimu apa-apa, selain pengalaman membangun pondasi sukses yg rapuh.
  • Saat kita membenci seseorang, coba tanya dalam hati "Apakah hidup saya menjadi lebih baik dgn membencinya?"
  • Dalam hidup Kita harus mengambil sebuah Pilihan, bahkan Diam pun juga merupakan sebuah Pilihan.
  • Yg terpenting bukanlah menyelesaikan mana yg sulit / mana yg mudah terlebih dahulu, tapi selesaikan apa yg ada di dpn mata.
  • Kemungkinan selalu ada, namun ia cenderung muncul sesaat sblm habisnya kesabaran kita.
  • Bersabarlah, Anda hampir sampai :)
  • Selalu ada resiko dlm setiap pekerjaan, tapi selalu ada imbalan dlm setiap resiko.
  • Sudah takdirnya manusia utk bertambah cerdas & kuat saat menghadapi masalah.
  • Bila ada 2 org yang memiliki kemampuan yg sama, maka 'nyali' yg akan membedakan mereka.
  • Anda perlu sedikit tuli saat mencoba utk mengejar Mimpi, krn akan byk suara yg tdk menginginkan Anda utk sampai ke sana.
  • Gunakan kekuatan kita utk mengangkat diri ke atas, bukan dgn menekan orang lain ke bawah.

Nah itulah sedikit Kata Bijak Bong Chandra yang bisa anda cerna lebih dalam makna dari setiap kata-kata bijak beliau. 
»»  Selengkapnya...